Tag: workshop

Workshop Penulisan Resensi Bersama BBI

Hari Minggu lalu, tanggal 26 Februari 2017, salah seorang teman dari Blogger Buku IndonesiaBZee, mengajak saya untuk mengadakan semacam workshop penulisan resensi buku untuk anak-anak usia sekolah (SD sampai SMA) di perpustakaan lokal langganan kami, Perpustakaan Ganesa. Tanpa pikir panjang, saya langsung mengiyakan. Kenapa tidak? Saya melihat ada banyak manfaat dari acara ini, selain anak-anak sekolah bisa belajar menulis resensi buku, acara ini sedikit banyak juga bisa melatih mereka untuk menulis, menulis apa pun itu.

Untuk materinya, BZee meminjam materi yang dulu pernah digunakan saat Workshop Menulis Resensi dari Hati dari Mas Helvry, kemudian kami sunting dan beri sedikit tambahan demi kejelasan dan kemudahan anak-anak. Selama beberapa hari kami melakukan persiapan. Yang dimaksud dengan “persiapan” di sini adalah saling berkirim surel dan SMS demi mematangkan konsep acara dan materi presentasi. Di hari H-nya, awalnya kami melihat ada banyak yang mendaftar, tapi ternyata yang benar-benar datang lebih sedikit jumlahnya dari yang tertera pada kertas pendaftaran. Tapi tak apa, yang penting adalah antusiasme dari mereka yang benar-benar hadir dan mengikuti acara kami.

Maaf, nama acara sama tulisan di background-nya beda 😀

Setelah acara dibuka oleh pihak Ganesa, BZee langsung memulai dengan menyapa anak-anak dan bertanya apakah mereka pernah mendengar yang namanya resensi. BZee kemudian menjelaskan, dengan bantuan silde PowerPoint yang sudah dibuat sebelumnya, mengenai apa itu resensi dan apa bedanya dengan sinopsis. Penjelasan BZee dilanjutkan dengan alasan mengapa kita menulis resensi, terutama setelah kita selesai membaca sebuah buku. Ada empat poin yang kami tekankan, yaitu untuk melatih kreativitas terutama dalam menulis, memaknai dan menilai buku yang sudah dibaca, dan terakhir untuk merekam buku apa saja yang sudah kita baca. Kalau soal ini, teman-teman narablog pasti juga sudah tahu :). Selanjutnya, saya menjelaskan bagian apa saja yang diulas dalam sebuah resensi (kami bedakan untuk resensi buku fiksi dan nonfiksi), struktur sebuah resensi, media tempat menulis resensi (media massa dan pribadi), saran-saran dalam menulis resensi, dan apa saja yang harus dihindari ketika kita menulis resensi. Setelah saya selesai, BZee memberikan sedikit tambahan dan contoh demi menambal penjelasan saya.

Nah, yang menarik dari acara ini adalah kami juga mengadakan praktik langsung menulis resensi buku di tempat. BZee menyediakan kertas dan pulpen bagi anak-anak yang ikut serta, dan mereka pun kami ajak untuk menuliskan resensi dari buku yang mereka bawa atau yang sudah selesai mereka baca di rumah. Waktu yang kami berikan kira-kira setengah jam saja (karena acaranya sudah molor sekali :p), tetapi kami juga tidak menuntut mereka untuk menulis resensi yang utuh dan bagus. Selain karena keterbatasan waktu, anak-anak yang ikut bisa dibilang masih sangat awam dalam menulis resensi, jadi tidak adil rasanya kalau kami menuntut hasil yang baik dan sempurna. Di tengah-tengah menulis itu, banyak dari mereka yang maju ke depan dan bertanya, “Gimana ini, Mbak?”, atau “Ini bener ga, Mbak?”. Ada juga adik salah seorang peserta yang entah kenapa, mungkin karena saking aktifnya, dia suka maju ke depan cuma buat ngegodain saya sama BZee, hahaha. Yah, anggap saja itu hiburan selingan, ya :D.

Nah, kembali ke praktik menulis resensi. Setelah kami melihat dan menilai satu demi satu hasil tulisan peserta, saya bisa menyimpulkan satu hal: ternyata rata-rata dari mereka masih belum bisa sepenuhnya membedakan antara sinopsis alias ringkasan cerita dengan resensi yang titik beratnya adalah pembahasan dan penilaian terhadap buku yang dibaca. Ada beberapa anak yang sudah bisa menuliskan kekurangan dan kelebihan dari buku yang mereka baca, tapi hanya sebatas pada menuliskan apa yang bagus dan apa yang tidak bagus saja, tanpa memberikan penjabaran lebih detail mengenai mengapa mereka menganggap hal itu bagus atau tidak bagus. Intinya, mereka masih belum bisa memaknai dan menilai sebuah buku. Yah, semoga saja kelak, seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia mereka, mereka bisa lebih pintar memaknai dan menilai buku-buku yang mereka baca, dan bisa menulis resensi dengan lebih baik lagi.

Di akhir acara BZee memberikan hadiah bagi tiga anak dengan resensi terbaik (versi awam, tentunya :D), sedangkan saya memberikan “wejangan” agar mereka tetap berlatih menulis resensi supaya bisa semakin mahir ke depannya. Bagi yang belum dapat hadiah, tidak berarti karya mereka buruk. Mereka hanya kurang dalam satu dua hal dan mesti terus berlatih untuk menambal kekurangan mereka.

Sebagai tambahan, saya ingin mengungkapkan rasa bahagia saya hari Minggu lalu di sini. Karena saya sangat cinta dunia tulis-menulis sejak kecil, saya senang sekali waktu BZee bertanya kepada anak-anak yang ikut serta kenapa mereka mau mengikuti acara kami dan kemudian beberapa dari mereka menjawab, “Karena suka nulis.” Saya jadi terharu. Dan salah satu pemenang hadiah dari kami, yang tulisannya saya nilai, sangat menarik perhatian saya karena untuk ukuran anak SD yang masih kecil sekali, hasil tulisannya sangat luar biasa. Memang, resensi karyanya belum utuh dan belum sempurna, tapi tulisannya sangat mulus dan lancar, seolah-olah dia sudah sangat terbiasa menulis. Belakangan kami berdua baru tahu kalau ternyata dulu dia pernah menang lomba menulis sinopsis di tempat yang sama.

Nah, anak-anak seperti ini tentunya memerlukan bimbingan lebih dari guru dan orangtua mereka masing-masing agar kelak hasrat dan kemampuan menulis mereka semakin tajam dan berkembang. Saya berharap mereka tidak berhenti sampai di sini, saya berharap mereka akan terus banyak membaca dan aktif menulis karena saya yakin dengan begitu insyaallah mereka akan punya masa depan yang cerah, terutama di dunia literasi.

Saya ucapkan terima kasih kepada BZee yang sudah mengajak saya mengadakan workshop menulis resensi ini. Walaupun hanya acara “kecil-kecilan”, tapi menurut saya acara ini penting sekali dan saya merasa terhormat bisa ikut ambil bagian dan “berbagi ilmu”. Saya juga ucapkan terima kasih kepada Perpustakaan Ganesa yang sudah menyediakan tempat dan perlengkapan untuk presentasi bagi kami berdua sehingga workshop dapat berjalan dengan lancar :).