others

[Wrap Up Post] 2016 Japanese Literature Reading Challenge

Di awal-awal mengikuti Japanese Literature Reading Challenge awal tahun ini, saya sangat bersemangat. Saya sudah tahu harus membaca apa karena saya punya “timbunan” buku-buku fiksi/sastra Jepang di rumah yang belum dibaca. Selain itu, di perpustakaan yang sering saya kunjungi juga banyak terdapat buku-buku sastra Jepang. Terutama, yang membuat saya bersemangat luar biasa adalah hadiah voucher buku yang dijanjikan si penyelenggara.

Sebagai #rakyatmiskin, tentu saja saya langsung ngeces melihat nominal hadiahnya. Tetapi, apa mau dikata, seiring berjalannya tahun 2016, semangat saya luntur sedikit demi sedikit. Mungkin karena saya tiba-tiba suka baca Agatha Christie, mungkin karena saya jadi lebih sibuk belajar bahasa Spanyol, atau mungkin karena saya merasa harus segera membaca dan menyelesaikan novel The Black Book-nya Orhan Pamuk (yang sampai sekarang belum selesai juga). Atau, bisa jadi, karena saya sudah agak-agak eneg saking seringnya saya membaca novel-novel Jepang. Intinya, merasa butuh istirahat sejenak dari karya sastra Jepang. Jadi, jika awalnya saya sangat getol mengejar poin dengan berharap bisa membaca buku-buku karya sastra Jepang sebanyak mungkin, akhirnya justru hanya membaca dan meresensi beberapa buku saja. Ini dia daftarnya:
1. The Housekeeper and the Professor – Yoko Ogawa

2. Rashomon: A Story Collection – Akutagawa Ryunosuke

3. Beauty and Sadness – Yasunari Kawabata

4. Ground Zero, Nagasaki: Stories – Seirai Yūichi

5. Revenge – Yōko Ogawa

6. 1Q84 – Haruki Murakami

7. All She Was Worth – Miyuki Miyabe

8. Botchan – Natsume Sōseki

Nah, itu dia buku-buku sastra Jepang yang “berhasil” saya lahap dan resensi tahun ini (tautan akan membawa kalian ke resensi saya). Yah, walaupun total hanya delapan buku (dan poinnya entah berapa, terserah si penyelenggara yang menghitung, hehehe), saya tetap berharap saya bisa menang tantangan ini. Jadi pemenang kedua juga nggak apa-apa, yang penting dapat voucher buku. Ya biar bisa beli buku baru lah, hehehe. Soalnya kalau nggak dapat gratisan, saya nggak bakalan bisa beli buku baru. Maklum, lagi kere.
Eits, walaupun tahun ini saya membaca karya sastra Jepang hanya demi mengikuti tantangan dan dapat hadiah, tidak berarti saya tidak mau lagi membaca karya sastra Jepang ke depannya. Tantangan tahun ini justru menjadi pembuka mata bagi saya karena ternyata, selain Haruki Murakami yang suka ajaib nulis bukunya, dan Yasunari Kawabata yang setelah saya baca dua bukunya pun tetap saja menurut saya tulisan beliau tidak ada istimewanya, ada banyak karya sastra Jepang lain yang bagus dan menarik. Jadi sangat ingin mencari dan membaca lebih jauh.

Bagaimana dengan kalian? Seberapa banyak buku karya sastra Jepang yang kalian baca tahun ini?

Advertisements

1 thought on “[Wrap Up Post] 2016 Japanese Literature Reading Challenge”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s