Top 10 Most Memorable Books

(credit: renslittlecorner.blogspot.com)
(credit: renslittlecorner.blogspot.com)

Kenapa ya, tiap kali teman BBI sedang iseng-isengnya bikin postingan yang aneh-aneh, saya selalu kena patuk, hahaha. Ah, ya sudah lah, cuma buat seru-seruan aja. Lagian, itung-itung biar nggak suntuk mikirin repiu melulu X). Nah, kali ini saya kena patuk si Ren dari blog Ren’s Little Corner. Katanya, saling nge-tag alias saling “mematuk” soal 10 buku paling tak terlupakan ini dimulai di ranah FB, terus dia sebarkan di antara anak-anak BBI. Yah, karena nggak punya FB, jadi saya hanya akan mem-posting di sini saja.

Ngomong-ngomong soal 10 buku paling tak terlupakan, saya sempat mikir-mikir dulu buku apa saja yang termasuk ke dalam kategori tersebut. Paling tak terlupakan belum tentu favorit, bisa jadi berkesan mendalam sampai nggak pernah lupa karena saking sebelnya sama buku itu atau karena buku itu menandakan sesuatu yang istimewa. Nah, ini dia 10 buku yang tak terlupakan buat saya (untuk sementara ini). Urutan berdasarkan waktu kapan saya membacanya:

  1. Jomblo (Adhitya Mulya)

thumb-jombloBisa dibilang saya telat banget suka membaca. Baru waktu SMU saya mulai punya hobi membaca buku, dan itu dikarenakan buku ini. Buku kocak ini bukan chicklit, walau banyak yang menyebutnya begitu, karena yang nulis bukan “chick”, hahaha. Kenapa tak terlupakan? Selain karena menandakan pertama kalinya saya suka baca, buku ini juga sangat berkesan karena temanya yang “membumi” dan kocaknya yang luar biasa gila. Saya baca buku ini sampai berkali-kali, tapi tetap masih ketawa ngakak ga keruan. Ending-nya juga sangat pas menurut saya, walaupun nggak happy :).

 

  1. This Side of Paradise (F. Scott Fitzgerald)

thumb-paradiseSaya baca buku ini waktu zaman kuliah. Terus-terang waktu itu saya belum kenal sama bapak Fitzgerald, dan buku ini sebenarnya juga tidak masuk ke dalam bahan kuliah saya. Saya hanya asal mengambil buku ini di perpustakaan karena waktu itu sedang pengen baca sesuatu yang menunjang kuliah saya (halah!). Setelah saya baca halaman demi halaman…. wah, rasanya seperti di surga beneran! Hahaha, lebay ya? Tapi walaupun di awal-awal cerita sedikit membosankan, dari tengah ke belakang ceritanya mulai oke dan narasinya keren banget. Yang saya ingat, gaya penulisannya cowok banget. Setelah buku ini saya belum membaca bukunya Pak Fitzgerald yang lain, mungkin karena belum bisa move on. Hahaha.

 

 

  1. Jane Eyre (Charlotte Brontë)

thumb-janeeyreNah, kalau buku yang satu ini masuk ke dalam bahan kuliah saya. Tapi kenapa buku ini tak terlupakan? Karena saya dendam setengah mati sama buku ini, hahahaha. Bukan… bukan karena ceritanya yang biasa saja ala-ala Cinderella itu. Toh narasi dan gaya penulisan CB di sini sangat bagus kalau menurut saya. Tapi buku ini jadi tak terlupakan karena gara-gara buku ini saya dapat nilai jelek di mata kuliah Prosa XD. Buku ini bukan hanya membuat saya gagal dalam mata kuliah tertentu, tapi juga membuat saya merasa gagal sebagai seorang pecinta sastra (hahaha, lebay banget ya?).

 

 

  1. Laskar Pelangi (Andrea Hirata)

thumb-pelangiApa pun kata orang tentang penulisnya, dan apa pun pendapat orang tentang bukunya sendiri, menurut saya Laskar Pelangi adalah karya sastra Indonesia yang memang patut untuk diperhitungkan dan layak menjadi best-seller. Temanya memang sederhana, meraih mimpi, tapi narasinya sangat captivating dan diselingi kelucuan-kelucuan yang menurut saya sangat cerdas. Buku ini bisa menjadi obat bagi mereka-mereka yang patah semangat dalam meraih impian dan cita-citanya. Saya sendiri jadi terlecut kembali semangat saya setelah membaca buku ini. Ampuh banget lah buku ini pokoknya, dan membuat saya mengamini bahwa “jangan kita merasa tak bisa meraih impian hanya karena waktu yang dibutuhkan untuk meraihnya amat sangat lama”.

 

 

  1. The Kite Runner (Khaled Hosseini)

thumb-runnerBuku ini sangat tak terlupakan buat saya bukan karena ceritanya, tapi karena narasinya yang sangat kuat, sangat emosional, dan bikin greges-greges alias demam, hahaha. Selama baca, saya sampai harus menutup bukunya sebentar dan menguatkan diri sebelum melanjutkan karena jujur, tangan saya sampai lemas bacanya.

 

 

 

  1. My Name is Red (Orhan Pamuk)

thumb-nameisredBuku ini adalah karya Orhan Pamuk pertama yang saya baca, dan yang membuat saya jatuh cinta setengah mati sama bapaknya :). Alurnya memang amat sangat panjang sekali, sama seperti karya-karya beliau yang lain (saya bisa memahami kalau beberapa orang nggak betah baca buku-bukunya Orhan Pamuk, hehe), tapi yang sangat menarik dari buku ini adalah sudut pandang penceritaannya. Kisah di buku ini bukan hanya diceritakan dari sudut pandang semua orang tapi juga semua benda yang ada di dalamnya, termasuk dari sudut pandang tinta merah dan kematian. Keren dah pokoknya. Selain itu, saya juga bisa relate dengan tema buku ini, yaitu perbenturan antara agama Islam dan paham Barat, yang menurut saya juga terjadi di negara kita ini.

 

 

  1. To Kill a Mockingbird (Harper Lee)

thumb-mockingbirdBuku ini mengajarkan pada saya tentang hati nurani, bahwa hati nurani adalah sesuatu yang paling tidak bisa dibohongi tetapi paling bisa diracuni. Saya ingat sekali suatu bagian di mana para juri di pengadilan sebenarnya “sudah sadar dan tahu benar” kalau si buruh kulit hitam tidak bersalah, tapi hanya karena dia orang kulit hitam terus mereka putuskan bersalah. Bisa dibilang hati dan omongan mereka nggak sejalan hanya karena prasangka rasial.

 

 

  1. A Notorious Love (Sabrina Jeffries)

thumb-notoriousloveTerus-terang, saya tidak pernah suka genre romance, dan dulu sempat memandang sebelah mata pula. Tapi buku ini membuka mata saya, karena ternyata romance itu juga ada “isinya”. Yang paling berkesan dari buku ini adalah ceritanya yang bukan kisah Cinderella biasa, karena si tokoh cowok statusnya lebih rendah dari si cewek. Selain itu gaya penulisan Sabrina Jeffries yang suka membolak-balikkan kalimat secara linguistik dan humornya yang pas dengan selera saya membuat saya sangat menyukai buku ini. Buku ini, kalau menurut saya, mengandung nilai-nilai feminisme yang sesungguhnya: bahwa wanita itu harus dihargai dan dicintai bagaimanapun kondisi fisiknya.

 

 

  1. The House of the Spirits (Isabel Allende)

thumb-spiritsPertama kalinya saya merambah dunia sastra Amerika Latin adalah saat saya nekad membaca buku ini. Bener-bener nekad, karena pas beli sama sekali nggak punya bayangan buku ini seperti apa. Tapi setelah baca, wah… rasanya melayang-layang deh. Bisa dibilang, buku ini sangat “kaya” di semua aspeknya: karakter, narasi, tema, eksekusi akhir. Sampai sekarang, saya merasa kalau belum ada yang bisa menandingi buku ini. Yah, selain karya-karyanya Orhan Pamuk sih… hehehe X).

 

 

10. Quo Vadis? (Henryk Sienkiewicz)

thumb-vadisBuku ini bercerita tentang sejarah Kristianitas di zaman Romawi. Awalnya saya baca karena saya suka sejarah, jadi penasaran saja. Tapi pas baca memang sangat terasa sekali nuansa religiusnya. Agama saya memang berbeda, tapi ketika membaca buku ini saya jadi yakin bahwa ajaran semua agama itu, sekali lagi ini menurut pendapat saya saja, sebenarnya pada dasarnya sama. Semua agama mengajarkan kebaikan, kedamaian, ketakutan pada Tuhan, saling menyayangi, dan bahkan melarang berzina dan berfoya-foya dengan minuman keras. Saya justru bisa sangat relate dengan buku ini, dan setelah baca jadi ingin kembali mencoba mendekatkan diri kepada Tuhan saya sendiri. Berkesan banget lah pokoknya… :)))

 

Nah, itu tadi 10 buku paling tak terlupakan versi saya (untuk sementara ini, hehe). Terima kasih buat Ren yang sudah mengundang saya buat ikutan posting :))). Mungkin saya tidak akan “mematuk” teman yang lain, karena sebagian besar punya FB dan di sana pasti sudah ramai pada ikutan, hehe. Tapi kalau kalian punya daftar 10 buku tak terlupakan versi kalian, silakan tinggalkan komentar atau link blog kalian di kolom bawah :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s